http://www.facebook.com/?ref=home#!/ziegonar
|
 | assalamualaikum wa alaykuna warohmatullahi wabarokattuh | Apr 1, 2009 |
-----------------------------------------SUGENG RAWUH------------------------ -------------------------SELAMAT DATANG DI GHONAR WAP SITE--------------------------------------- sebelumnya kalo ada salah mohon maaf-------------------------------------------------------------next-------  | ISLAM,IMAN,IHSAN DAN KIAMAT
Dari Umar Bin Khathab ra.. Ia berkata:Pada suatu hari sewaktu kami sdg duduk2 bersama Rasulullah saw.Tiba2 muncul dihadapan kami seorang laki2 yg pakaianya serba putih dan rambutnya sangat hitam.Tdk diketahui dr mana ia datang &tidak ada seorangpun diantara kami yg mengetahui sebelumnya.Selanjutnya ia duduk di dekat Nabi saw serta menyandarkan kedua lututnya kepada kedua lutut beliau dan meletakkan kedua telapak tangannya diatas kedua paha beliau seraya berkata: "Wahai Muhammad,ceritakan kepadaku tentang islam."Rasululloh saw bersabda;islam yaitu kamu menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan kecuali Alloh dan bahwa Muhammad adl utusan Alloh,mendirikan sholat,menunaikan zakat,berpuasa pd bulan Ramadhan dan haji ke Baitullah bila kamu mampu menempuh perjalananya" Orang itu menjawab;"Benar Engkau."kami terheran heran melihat sikap orang itu krn dia menanyakan sesuatu tetapi dia sendiri yg membenarkanya.Ia bertanya lagi "Ceritakan kepadaku tentang Iman."Beliau bersabda;"Yaitu kamu percaya dgn sepenuh hati kpd Alloh,Malaikat-Nya,Kitab2Nya,Rasul2-Nya,dan hari akhir serta kamu percaya dgn sepenuh hati terhadap takdir Alloh,yg baik dan yg buruk."Orang itu menjawab "Benar Engkau"Ia bertanya lagi "ceritakan kepadaku tentang Ihsan" Beliau bersabda;"Yaitu kamu menyembah kepada Alloh seakan akan melihat-Nya,jika kamu tidak bisa seakan2 melihat-Nya maka berkeyakinanlah bahwa Alloh melihat kamu" Ia bertanya lagi:"Ceritakan kepadaku tentang kapan datangnya hari Kiamat"Beliau bersabda;"Yang bertanya lebih tahu dari pada yang ditanya"Ia berkata:"Kalau begitu ceritakanlah kepadaku tentang tanda2 hari kiamat"Beliau bersabda;"bila seorang hamba(sahaya)melahirkan tuanya,bila kamu melihat orang-orang fakir miskin yg tidak bersepatu pula telanjang dan pekerjaanya menggembala kambing itu mereka berlomba-lomba didalam membangun rumah" Orang itu lantas pergi,kemudian kami diam sambil termenung.Beliau Nabi saw bertanya;"Wahai Umar,tahukah kamu siapakah yang bertanya tadi?".Saya(Umar)menjawab"Alloh dan Rasul-Nya yg lebih mengetahui." Beliau bersabda;"Sesungguhnya yang bertanya itu adalah Jibril,dia datang untuk mengajarkan urusan agamamu."(HR.Muslim) | May 26, '11 5:10 PM for everyone |
 | Iblis Berwajah Manusia, Apakah itu Aku?
Hijaunya bumi zamrud khatulistiwa kini telah kelam, memudar penuh keangkuhan dan kesombongan, tak hayal tetesan darah keakuan mengalir deras membasahi hijaunya bumi zamrud khatulistiwa. Yang membuat keanggunan zamrud itu menghilang.
Inilah realita keadaan umat sekarang, sehingga lahirlah iblis-iblis berwajah manusia membawa perasaan paling benar dan pintar. Yang akan menghancurkan peradapan dunia secara perlahan.
Mengapa hal itu terjadi?
Mungkinkan manusia sudah lupa dengan jati dirinya?
Sehingga dirinya saja dia tidak mengenal.
Mungkinkan manusia sudah lupa dengan Tuhannya?
Sehingga jiwanya sudah tidak berbobot lagi,
Mungkinkah manusia sudah lupa dengan tuntunan agama tentang kasih sayang?
Sehingga tiada lagi kebersamaan.
Separah itukah virus keakuan menjangkit umat?
Separah itukah iblis menancapkan kuku-kuku keakuannya kedalam jantungnya umat?
Sehingga manusia lupa dengan jati dirinya akhirnya merasa paling benar sendiri, merasa paling pintar sendiri, dan merasa paling suci sendiri.
Imbasnya…
Tak elak lontaran cacian, fitnaan serta hinaan meluncur bagaikan anak panah menembus hatinya umat, sehingga umat tersakiti. Akhirnya timbullah perpecahan, dan pudarlah kasih sayang.
Apakah manusia memang benar-benar manusia sudah lupa dengan jati dirinya, lupa dengan asal usulnya?
Sehingga manusia telah menjelma menjadi Tuhan-Tuhan yang bermunculan dimuka bumi.
Setua inikah zaman?
Sampai kapan peristiwa ini terus terjadi?
Apakah manusia benar-benar ingin menghancurkan dunia dengan tangan keakuannya?
Renungkanlah Wahai saudaraku!
Maka apabila kita tidak menginginkan dunia hancur. Cepat…
Tanggalkan rasa ke egoan, dan rasa ke akuan dengan jiwa Ketuhanan dan jiwa Kehambaan.
Kembalilah pada kitab suci sebagai petunjuk pedoman hidup.
Kembalilah kepada Rasul, karena disitu adalah suri tuladan.
Kembalilah kepada Alloh Swt (Tuhan Pencipta Alam), karena disitu sumber perdamaian dan kasih sayang.
Ingat…!!!
Malaikat Azazil hancur karena aku, sehingga kemuliannya dicabut menjadi iblis
Firaun hancur karena aku, akhirnya ditenggelamkan dilaut merah
Qorun juga hancur karena aku, akhirnya ditenggelamkan oleh Tuhan bersama hartanya
By..alam hikmah | May 8, '11 9:31 AM for everyone |
| k.shuban khotib | | | | | | | FATWA BELIAU ROMO YAHI gel umum | | | | | | | FATWA BELIU ROMO YAHI RA DI MAGETAN | | | | | | | FATWA BELIAU ROMO YAHI RA DI MOJOKERTO 05-02-2011 | | | | | | | FATWA BELIAU ROMO YAHI RA DI MOJOKERTO 05-02-2011 | | | | | | | FATWA BELIAU ROMO YAHI RA DI MOJOKERTO 05-02-2011 | | | | | | | KULIAH WAHIDIYAH OLEH K.MUHAMMAD ZAINUDDIN BA.DI MOJOKERTO 05-02-2011 | | | | | | | YAA SAYYIDII YAA ROSULULLOH | | | | | | | Fatwa beliau HADROTUL MUKHARROM ROMO KH.ABDUL LATIF MADJID RA.NISFUSSANAH DI TEBO JAMBI. | | | | | | | Fatwa Beliau ROMO Ra nisfussanah di poris mbanten | | | | | | | Fatwa Beliau ROMO Ra nisfussanah di poris mbanten | | | | | | | kuliah k.Rahmat sukir di tebo jambi | | | | | |
 | Seorang hamba apbila sdah menginjak dwasa,dimana ia sdah sedikit banyak tau mana hal yg membuat dirinya baik & mana yg membuat dirinya buruk,haruslah mulai penyikapan kpd diri & alam sekitar mencari ilmu,pengalaman,nasehat2 sbg media brjalan menuju kearah kebaikan,kebaikan pada lahir jg kebaikan dlm adab batin,yg tolak ukur baik buruknya pd hati,fakta hati sering muncul ego apbla dinasehati sseorang yg nasehatnya jelas2 baik,maka hrus dikoreksi knpa hati tdk senang bahkan marah,pasti ada sesuatu yg membuat hati kotor,.ini medan yg hrs dipahami.& disikapi kearah yg baik baik2, semangat berjuang mulai dr sendiri saudaraku assalamualaikum..wr.wb | Apr 20, '11 10:12 PM for everyone |
 | Masa ini adalah masa dimana kita banyak belajar,belajar arti kehidupan,belajar indahnya menjalin ukhuwah,belajar berkorban untk orang lain,belajar membina,belajar taat,belajar mengerti kondisi,belajar bersabar,belajar dan terus belajar..Dan tak henti"nya mengevaluasi diri.. Saudara kita semua adalah bagian dr inspirasi,darinya kita tahu diri kita,darinya kita tahu makna persahabatan,drinya kita tahu bhwa dunia hanya penuh tipu daya,darinya kita paham bahwa setiap diri slg mengisi dgn diri yg lain,tidak terpecah,dan tidak hidup dalam egoisme... | Mar 24, '11 5:04 AM for everyone |
 | Istri dan Putra Nabi Nuh pun Tenggelam (habis)
Setelah pengaduan Nabi Nuh diterima Allah SWT, Allah pun memberikan berita kepada Nabi Nuh, kelak kaumnya yang kafir itu akan ditenggelamkan. Allah memerintahkan kepada Nabi Nuh agar tidak lagi membicarakan mereka. Jangan lagi berdialog dengan mereka, jangan pula menengahi urusan mereka, sebagai balasannya, kelak mereka akan ditenggelamkan, apapun kedudukan mereka dan apapun kedekatan mereka dengan Nabi Nuh (QS. Hud: 37).
Nabi Nuh pun akhirnya menerima perintah Allah SWT untuk membuat perahu dengan petunjuk dan pengawasan-Nya. Maka mulailah Nabi Nuh menanam pohon untuk membuat perahu darinya. Ia menunggu beberapa tahun. Ibnu Katsir menerangkan, Nabi Muhammad SAW menjelaskan, Nabi Nuh menanam sebatang pohon selama 1000 tahun, hingga pohon itu tumbuh besar dan bercabang dimana-mana.
Setelah itu ia memotongnya, dan kemudian mulailah Nabi Nuh membuat perahu, lalu kaumnya yang berjalan melewatinya saat Nabi Nuh sedang serius membuat perahu mengejeknya. “Kau membuat perahu di daratan, bagaimana ia akan bisa berlayar? Sungguh Nuh telah gila!, maka Nuh pun menjawab, Kelak kalian akan mengetahui.”
Dengan kesabaran dan ketabahan luar biasa, ditengah-tengah ejekan dan cacian itu, akhirnya jadilah perahu yang besar, tinggi dan kuat. Lalu Nabi Nuh duduk menunggu perintah Allah SWT. Maka Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh, jika ada yang mempunyai dapur (At-Tannur), ini sebagai tanda dimulainya angin topan.
Dijelaskan yang dimaksud dengan At-Tannur sebenarnya adalah alat untuk memanggang roti yang ada di dalam rumah Nabi Nuh. Jika keluar darinya air dan ia lari, itu merupakan perintah atau tanda bagi Nabi Nuh untuk bergerak.
Pada suatu hari, Tannur itu mulai menunjukkan tanda-tandanya, maka Nabi Nuh segera membuka perahunya dan mengajak orang-orang Mukimin untuk menaikinya, Jibril turun ke Bumi. Menggiring setiap binatang yang berpasangan agar setiap species binatang tidak punah dari muka bumi, sebab badai dan angin topan akan menenggelamkan semuanya. Nabi Nuh membawa burung, binatang buas, binatang yang berpasang-pasangan, sapi, gajah, semut dan lain-lain. Dalam perahu itu Nabi Nuh telah membuat kandang binatang buas.
Istri Nabi Nuh pun Tenggelam
Istri Nabi Nuh tidak beriman kepadanya, sehingga ia tidak ikut menaiki perahu. Salah seorang anaknya yang menyembunyikan kekafirannya, dengan menampakkan keimanan di depan Nabi Nuh pun tidak ikut dalam perahu itu. Mayoritas kaum Nabi Nuh waktu itu tidak beriman, sehingga mereka tidak ikut serta. Ibnu Abbas berkata, “Hanya 80 orang dari kaum Nabi Nuh yang beriman kepadanya.”
Air mulai meninggi, keluar dari celah-celah bumi. Sementara dari langit turunlah hujan yang sangat deras. Hujan semacam ini belum pernah turun sebelumnya, bahkan tidak akan pernah turun lagi sesudahnya. Maka laut pun bergolak, ombaknya menerpa apa saja dan menyapu isi bumi.
Banjir bandang terjadi dimana-mana, airpun meninggi di atas kepala manusia, melampaui ketinggian pohon yang paling tinggi, bahkan puncak gunung pun akhirnya tenggelam. Akhirnya seluruh permukaan bumi diselimuti oleh air, tak ada satupun yang selamat, kecuali yang ikut berlayar bersama perahu Nabi Nuh.
Demikianlah Allah azza wajalla menurunkan azabnya ke muka bumi. Azab itu diturunkan lantaran semua umat manusia telah berpaling dari Tuhannya.
Topan yang dialami Nabi Nuh terus berlanjut dalam beberapa zaman, kita tidak dapat mengetahui batasnya. Kemudian datanglah perintah Allah, agar langit menghentikan hujannya dan bumi tetap tenang hingga dapat menelan air bah itu.
Dan difirmankan, “Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah.” Dan airpun disurutkan, perintah pun diselesaikan, dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi. Dan dikatakan, binasalah orang-orang yang zalim (QS. Hud: 44), yakni kehancuran bagi kaum Nabi Nuh yang ingkar terhadap firman Allah. Dengan begitu bumi telah dibersihkan dari mereka.
Disebutkan oleh pengarang kitab Ambiya Allah, hari berlabuhnya perahu Nabi Nuh di atas bukit Judi terjadi pada Asyura (hari ke 10 bulan Muharram).
Putra Nabi Nuh Ikut Tenggelam
Ketika air bah dan banjir bandang kian kencang, Nabi Nuh menyuruh kaumnya yang beriman, “Naiklah kamu sekalian ke dalam bahtera dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” (QS. Hud: 41). Sementara itu sebagian besar kaum Nabi Nuh yang tidak beriman mencari selamat dengan mendaki gunung yang paling tinggi.
Di antara kaumnya itu, di tempat terpencil dan jauh, Nabi Nuh melihat anak kesayangannya. Nabi Nuh tidak mengetahui, saat itu putranya menjadi kafir. Ia benar-benar tidak mengetahui seberapa jauh bagian keimanan yang ada pada anaknya.
Lalu tergeraklah naluri kasih sayang seorang ayah. Maka Nabi Nuh pun berseru kepada Tuhannya. “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar, dan Engkaulah hakim yang seadil-adilnya.” (QS. Hud: 45)
Dan Nabi Nuh pun menyeru kepada anaknya. “Hai anakku, naiklah (ke Perahu) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang kafir.” Mendengar ajakan ayahnya, anaknya pun menjawab. “Aku akan mencari perlindungan ke atas Gunung yang dapat memeliharaku dari air bah.” Namun, Nabi Nuh berkata, “Tidak ada yang bisa melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang maha Penyayang.” (QS. Hud: 43). Tiba-tiba gelombang menggulung dan menjadi penghalang percakapan diantara keduanya. Maka jadilah anak Nabi Nuh termasuk orang yang ditenggelamkan.
Nabi Nuh AS ingin berkata kepada Allah SWT, anaknya termasuk dalam keluarganya yang beriman, sedangkan Allah telah berjanji akan menyelamatkan keluarganya yang beriman. Tetapi Allah berkata dan menjelaskan kepada Nabi Nuh keadaan yang sebenarnya. Anak Nabi Nuh hanya berpura-pura beriman di hadapan ayahnya.
“Hai Nuh, sesungguhnya dia tidak termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan). Sesungguhnya perbuatannya tidak baik. Sebab itu, janganlah engkau memohon kepadaku, sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikatnya). Aku peringatkan kepadamu, janganlah kamu termasuk orang-orang yanag tidak berpengetahuan.” (QS. Hud: 46).
Di sini terdapat pelajaran penting yang terkandung dalam ayat-ayat yang mulia itu. Allah ingin berkata Nabi nya yang mulia itu, anaknya tidak termasuk dalam keluarganya karena ia tidak beriman kepada Allah SWT. Hubungan darah bukanlah hubungan hakiki di antara manusia, sebab anak seorang Nabi pada hakikatnya adalah yang meyakini akidah, yaitu yang mengikuti Allah SWT dan Nabi-Nya, bukan yang menghindar, bukan pula yang menentangnya.
Habis
| Mar 12, '11 1:06 PM for everyone |
 | Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits dari shahabiyah Ummud Darda`:
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tidak hadir di hadapannya adalah sangat dikabulkan. Di sisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk oleh Allah. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata (kepadanya): “Ya Allah, kabulkanlah, dan (semoga) bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.” (HR. Muslim)
Kisah selengkapnya dari hadits diatas adalah sebagai berikut: Seorang laki-laki datang ke negeri Syam, kemudian ia ingin bertemu dengan Abud Darda` Radhiallahu ‘anhu di rumahnya namun beliau tidak ada dan hanya mendapati Ummud Darda`. Ummud Darda` berkata, “Apakah kamu ingin pergi haji tahun ini?” Orang tersebut menjawab, “Ya.” Ummud Darda` mengatakan, “Doakanlah kami dengan kebaikan. Karena sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,” kemudian Ummud Darda` menyebutkan hadits diatas.
Al-Imam An-Nawawi رحه الله menjelaskan hadits diatas dalam kitabnya, Al-Minhaj, dengan mengatakan, “Makna بظهر الغيب adalah tanpa kehadiran orang yang didoakan di hadapannya dan tanpa sepengetahuannya. Amalan yang seperti ini benar-benar menunjukkan di dalam keikhlasannya.
“Dan dahulu sebagian para salaf jika menginginkan suatu doa bagi dirinya sendiri, maka iapun akan berdoa dengan doa tersebut bagi saudaranya sesama muslim dikarenakan amalan tersebut sangat dikabulkan dan ia akan mendapatkan balasan yang semisalnya.”
Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin menjelaskan, “Bahwasanya jika seseorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya. Seorang malaikat berkata, ‘Amin (Ya Allah, kabulkanlah), dan bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.’ Maka malaikat akan mengaminkan atas doamu jika engkau mendoakan bagi saudaramu tanpa sepengetahuan dan kehadirannya.” | Mar 5, '11 1:04 PM for everyone |
| YAA SAYYIDII YAA ROSULULLOH | | | | | |
|